12 Staf Bawaslu Depok Diperiksa Kejaksaan Terkait Dana Hibah Pilkada 2020

Ketua Panwascam Pancoranmas memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Depok, Jumat (10/6).
Ketua Panwascam Pancoranmas memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Depok, Jumat (10/6).

 

INFOMASE, Depok: Terkait dugaan tindak pidana korupsi dana hibah pilkada Depok 2022, Kejaksaan Negeri Kota Depok kembali memanggil Ketua Panwascam Pancoranmas, Sekertaris serta Bendaraha, Jumat (10/6/20220).

Pantauan INFOMASE, mengenakan stelan batik gelap, dan celana bahan, Ketua Panwascam Pancoranmas Sugeng dan kawan-kawan tiba di Kantor Kejari Depok sekira pukul 08.00 WIB.

Sugeng mengatakan, “Iya kami dipanggil lagi hari ini sama penyidik untuk bawa laporan penyerapan pilkada Depok 2020, yang kemarin diminta”.

Sugeng bersama Sekertaris dan Bendahara Panwascam Pancoranmas, sebelumnya telah memenuhi panggilan pertama Kejari Depok pada Rabu 8 Juni 2022.

“Kemarin itu kita belum ditanyai spesifik soal kasus apa. Terus hari ini kita bawa laporan keuangan,” katanya.

Baca Juga: Buntut Pinjam Meminjam Dana Hibah Pilkada, Panwascam Diperiksa Kejaksaan

Ternyata, hari ini tak hanya panwascam Panmas yang dipanggil oleh Kajari Depok. Panwascam Tapos, Bendahara dan Sekertaris serta Panwascam Cipayung bersama Bendahara dan Sekertarisnya didampingi Kepala Sekertariat (Kasek) Bawaslu Depok Syamsu Rahman.

Sehingga total sudah ada 12 orang yang dimintai keterangan oleh Kejari Depok sejak bergulirnya kasus dana hibah pilkada Depok 2020. Yaitu Kasek Bawaslu Depok, Kasek Bawaslu Cianjur, staf Kasek Bawaslu Cianjur, Ketua, Bendahara, Sekertaris panwascam Pancoranmas, Tapos dan Cipayung.

Sebelumnya, April 2022, Kejari Depok telah memanggil terlebih dahulu Kasek Bawaslu Depok, Kasek Bawaslu Cianjur dan staff Kasek Cianjur terkait peminjaman dana hibah pilkada Depok 2020, pada 20 Februari 2021 sebesar Rp1,1 miliar.

Informasi yang dihimpun INFOMASE, Kejaksaan bakal memanggil Bendahara Bawaslu Kota Depok.

Namun, karena diduga masih tahap pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) pihak Kejaksaan belum mengeluarkan keterangan resmi, terkait kasus ini. (LG)