6.698 Jamaah Haji Berangkat dari Embarkasi Jakarta, 16 Tertunda karena Visa 2 Sakit

Calon Jamaah Haji didata setibanya di Asrama Haji Embarkasi Jakarta di Pondok Gede, Kota Bekasi, Jumat (10/6). Foto INFOMASE: Lingga (Dok)
Calon Jamaah Haji didata setibanya di Asrama Haji Embarkasi Jakarta di Pondok Gede, Kota Bekasi, Jumat (10/6). Foto INFOMASE: Lingga (Dok)

 

INFOMASE, Jakarta: Hingga 13 Juni 2022, Asrama Haji Embarkasi Jakarta yang berlokasi di Pondok Gede, Kota Bekasi sudah memberangkatkan sebanyak 6.698 calon jamaah haji (CJH). Terdiri dari 17 kloter, Asrama Haji Embarkasi Jakarta memberangkatkan CJH dari daerah DKI Jakarta, Banten dan Lampung.

“Kloter 17 asal Banten sebanyak 392 orang sudah berangkat siang tadi pukul 13.25 WIB. Kloter 18 sebanyak 389 orang berangkat besok Selasa 14 Juni 2022 pukul 06.45 dam kloter 19 sebanyak 393 orang berangkat Selasa 14 Juni 2022 pukul 16.35 WIB,” ucap Sekertaris Asrama Haji Embarkasi Jakarta Slamet Abadi kepada INFOMASE Senin (13/6/2022).

Hingga hari ini pula, tercatat sebanyak 16 orang CJH yang gagal berangkat ke tanah suci menunaikan rukun Islam ke lima itu lantaran ada kendala pada visa mereka. Ke 16 orang CJH ini akan diberangkatkan di penerbangan selanjutnya setelah kendala visa selesai.

“Sampai dengan 13 Juni 2022, ada open seat atau kursi terbuka sebanyak 16 kursi karena visa mereka bermasalah. Nah itu kita konfimasi dan koordinasikan dengan Duta Besar Arab Saudi di Jakarta dan butuh waktu 3 hari untuk perbaikan,” kata Slamet.

Kemudian CJH yang meninggal dunia, satu orang saat sudah tiba di Madinah dari kloter 1 asal DKI Jakarta.

“Calon jamaah haji dari DKI, Banten dan Lampung yang meninggal dunia hanya satu orang itupun ketika sudah sampai di Madinah. Yang bersangkutan CJH asal DKI Jakarta,” tambah Slamet.

Sedangkan CJH yang sakit di Asrama Haji Embarkasi ada 1 orang berasal dari daerah Banten, sehingga yang bersangkutan bersama istri ditunda keberangkatannya karena mengalami HB rendah.

“Satu CJH dari Banten yang sakit ada istrinya, jadi istrinya juga ikut ngga terbang. Jadi nunggu sampai nanti HB suaminya naik baru mereka berdua berangkat pada kloter selanjutnya,” tutup Slamet. (LG)