Boris Johnson Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris

Mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. INFOMASE FOTO: BLOOMBERG
Mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. INFOMASE FOTO: BLOOMBERG

 

INFOMASE, London: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan mengundurkan diri sebagai perdana menteri Inggris, mengikuti seruan dari rekan-rekan menteri dan anggota parlemen di Partai Konservatif.

“Proses pemilihan pemimpin baru harus dimulai sekarang. Dan hari ini saya telah menunjuk sebuah kabinet untuk menjalankan tugas sampai pemimpin baru menjabat,” ujar Boris dilansir dari Antaranews, Jumat (8/7).

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bersikeras untuk tetap memegang kekuasaan pada Kamis usai empat orang menteri papan atas mengundurkan diri, sementara jaksa agung menyatakan harapannya agar Johnson mundur dan mengakui bahwa ia juga menginginkan jabatan PM Inggris.

Lebih dari 50 orang menteri telah mengundurkan diri dalam kurang dari 48  jam, dan mengatakan bahwa Johnson tidak layak untuk memimpin usai dilanda sejumlah skandal, sementara puluhan politisi di Partai Konservatif melakukan pemberontakan secara terbuka.

Sekretaris Irlandia Utara Brandon Lewis, menjadi menteri kabinet terbaru yang mengundurkan diri pada Kamis pagi, menyusul pengunduran diri dari para menteri keuangan, kesehatan, dan negara bagian Wales.

Boris Johnson adalah tokoh kampanye Brexit 2016 yang meraih kemenangan elektoral gemilang pada 2019 sebelum memimpin Inggris keluar dari Uni Eropa. Dalam pidatonya, Johnson menyampaikan pesan kepada rakyat Ukraina, berjanji bahwa Inggris akan “terus mendukung perjuangan mereka sampai kapan pun”.

Para pemimpin Rusia sangat tidak menyukai Johnson. Taipan Rusia Oleg Deripaska mengatakan di Telegram bahwa itu adalah “akhir yang memalukan” untuk “badut bodoh” yang akan dikutuk oleh “puluhan ribu nyawa dalam konflik tidak masuk akal di Ukraina ini” (BH)