Ini Jurus Menhub Turunkan Harga Tiket Pesawat

Pesawat BUMN Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Istimewa
Pesawat BUMN Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Istimewa

INFOMASE, Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) intens berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Pemerintah Daerah, operator penerbangan, dan pihak terkait lainnya.

Hal ini dilakukan guna menstabilkan harga tiket pesawat yang masih tinggi. Selain berkoodinasi, Kemenhub juga tengah menyiapkan tiga strategi untuk mencapai harapan tersebut.

Pertama, Kemenhub sudah meminta maskapai penerbangan melakukan efisiensi dan inovasi dalam mengelola harga tiket pesawat agar lebih terjangkau.

“Melakukan efisiensi, memberikan diskon dan tarif lebih murah di waktu-waktu tertentu serta inovasi lainnya,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Minggu (21/8/2022).

Kedua, melakukan upaya bersama dengan pemda, maskapai dan penumpang untuk memaksimalkan tingkat keterisian di waktu-waktu tertentu.

“Pada hari kerja biasanya okupansi rata-rata hanya 50 persen. Maskapai harus mempromosikan diskon atau menurunkan harga karena demand yang rendah,” ujarnya.

Masyarakat bisa memanfaatkan waktu-waktu tersebut untuk mendapatkan tiket lebih murah. Sehingga, tingkat keterisian penumpang akan semakin meningkat dan harga tiket bisa stabil.

“Ini juga memberikan manfaat tambahan bagi maskapai. Secara kumulatif pendapatannya akan meningkat,” kata Budi.

Inovasi lainnya yakni, meningkatkan peran pemda untuk memberikan subsidi dengan cara melakukan block seat. Dalam hal ini pemda akan menjamin tingkat keterisian supaya bisa lebih dari 60 persen.

“Contohnya dukungan Pemda Toraja, Sulawesi Selatan, kepada maskapai. Hasilnya, tingkat keterisian melebihi 70 persen dan maskapai dapat terus melayani rute tersebut dengan harga terjangkau,” papar Budi.

Ketiga, penghapusan atau penurunan pajak pertambahan nilai (PPN) avtur atau bahan bakar menjadi 5 persen. Karena bahan bakar mempengaruhi biaya operasional penerbangan sampai lebih dari 40 persen.

“Ini merupakan usulan dari stakeholder. Terlebih untuk pesawat kecil seperti propeller yang melayani daerah-daerah pelosok,”

“Kami akan mengusulkan kepada Kementerian Keuangan mengenai hal ini,” imbuhnya.

Seluruh upaya tersebut, lanjut Budi diharapkam dapat menekan harga tiket pesawat sebesar 15-20 persen.

Seperti diketahui, Presiden RI Joko Widodo telah memerintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk menyelesaikan masalah tingginya harga tiket pesawat saat ini.

Presiden khawatir, meroketnya harga tiket pesawat, berkontribusi terhadap inflasi. Disamping itu, Jokowi juga sudah sering mendapat laporan masyarakat soal harga tiket pesawat yang terus menerus naik. (LG)