Kasus DBD Naik Lagi di Depok, 10 Kasus Diketahui Meninggal

Nyamuk Aedes aegypti. Foto: Istimewa
Nyamuk Aedes aegypti. Foto: Istimewa

INFOMASE, Depok: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mencatat sebanyak 1.287 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Januari-Juni 2022. Dari jumlah tersebut, Januari 397 kasus, Februari 161 kasus, Maret 167 kasus, April 161 kasus, Mei 224 kasus dan Juni 177 kasus.

“Jadi memang ini kasus DBD naik ya, kasusnya jadi perhatian. Sampai bulan Juni 2022 sudah 1.278 kasus DBD se Kota Depok,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati kepada INFOMASE, Rabu (10/8/2022).

Selain jumlah kasus DBD yang meningkat, jumlah kematian karena DBD pun turut naik di Depok. Sejak Januari-Juni 2022 tercatat sudah ada sebanyak 10 kasus meninggal dunia akibat DBD.

“Tahun 2020 saja kita cuman 3 kasus kematian, dan pada 2021 turun jadi 2 kasus kematian karena DBD. Nah, di 2022 baru setengah tahun sudah ada 10 kasus kematian,” ujarnya.

Oleh sebab itu, sebagai upaya pencegahan, Mary telah menginstruksikan kepada seluruh puskesmas, untuk turun kelapangan melakukan assesment dan penindakan ketika ada kasus.

“Ketika ada kasus, puskesmas sudah langsung turun kelapangan untuk melakukan pencegahan hingga penindakan. Kalau DBD menyebar disatu wilayah berartikan nyamuk Aedes aegypti atau nyamuk penularnya ada di daerah kita,” katanya.

Selain itu, untuk upaya pencegahan, Dinkes Kota Depok juga akan mencoba strategi baru. Yaitu menggalakkan kembali Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dan menerapkan teknologi baru yang bernama Lethal Ovitrap atau perangkat nyamuk.

“Untuk penerapan teknologi baru Lethal Ovitrap ini kita akan laksanakan pilot project dulu di dua RW yang kasus tinggi. Yaitu di RW 17 Kelurahan Beji dan di RW 15 Kelurahan Pancoranmas,” ungkap Mary.

Mary juga mengharapan inisiatif masyarakat untuk menggalakkan kembali gerakan G1R1J yaitu memeriksa jentik nyamuk di lingkungan tinggal masing-masing.

“G1R1J ini kan ngga perlu biaya ya, kita upayakan semua masyarakat mau untuk masing-masing rumah itu memeriksa jentik sendiri. Jangan mengandalkan Kader Jumantik datang ke rumah,” paparnya.

“DBD itu belum ada obatnya, belum ada vaksinya. Intinya yang pertama memang harus melakukan pemberantasan sarang nyakmuk (PSN) dengan 3M Plus,” tutup Mary. (LG)