Kecelakaan Maut di Cibubur, Anggota TNI Tewas, DPR Minta KNKT Turun Tangan

Alat berat diturunkan untuk melakukan evakuasi terhadap mobil truk tangki BBM milik Pertamina yang mengalami kecelakaan di Cibubur. INFOMASE FOTO: Suara.com
Alat berat diturunkan untuk melakukan evakuasi terhadap mobil truk tangki BBM milik Pertamina yang mengalami kecelakaan di Cibubur. INFOMASE FOTO: Suara.com

 

INFOMASE, Cibubur: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memastikan salah satu anggotanya meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Jalan Transyogi Cibubur dari Cibubur ke arah Cileungsi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/7).

“Betul korban atas nama Peltu Suparno anggota Spersal Mabes AL,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono dilansir dari RMOL.

Dipaparkan Julius, Peltu TTU Suparno menjadi korban bersama dengan istrinya saat pulang kerja. “Pulang kerja, bersama istrinya, namun istrinya 30 menit yang lalu masih dicari keberadaannya,” katanya.

Truk tangki milik PT Pertamina (Persero) terlibat kecelakaan maut sekira pukul 15.29 WIB di Jalan Alternatif Cibubur, Bekasi, Jawa Barat. Delapan orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan ini.

Kecelakaan maut truk Pertamina menabrak sejumlah motor dan mobil diduga diakibarkan truk mengalami rem blong. Ditlantas Polda Metro Jaya hingga kini belum merilis jumlah pasti korban jiwa dan korban luka akibat peristiwa ini.

Sementara itu, terkait kejadian itu, anggota Komisi VI DPR RI Achmad Baidowi meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk ikut turun tangan untuk menyelidiki sebab pasti kecelakaan yang dikabarkan akibat truk mengalami rem blong.

“Pertama kami minta KNKT melakukan audit terhadap peristiwa kecelakaan ini. Karena ini melibatkan truk milik BUMN yakni Pertamina,” ujar Achmad Baidowi dikutip dari RMOL, Senin (18/7).

Selain itu, dia juga meminta agar Pertamina melakukan audit internal armadanya yang beroperasi di lapangan agar peristiwa nahas serupa tidak kembali terulang.

“Pertamina juga harus melakukan investigasi internal terhadap armada yang mengalami kecelakaan tersebut, termasuk armada lainnya. Juga kelayakan dari kendaraan tersebut,” katanya.

Legislator PPP ini, juga meminta sopir mobil Pertamina agar dilakukan uji kelayakan berkendara yang lebih ketat.

“Berikutnya adalah kesiapsiagaan dari sopir. Kenapa membuat hal itu terjadi apakah karena kecapekan sopirnya kurang istirahat, itu saya kira perlu dilakukan audit,” pungkasnya. (BH)