Masyarakat Depok Ogah di Booster, Kenapa?

Booster
Masyarakat vaksinasi booster di RSUD Sawangan, Kota Depok. Foto INFOMASE: Lingga (Dok)
Booster
Masyarakat vaksinasi booster di RSUD Sawangan, Kota Depok. Foto INFOMASE: Lingga (Dok)

 

INFOMASE, Depok: Capaian vaksinasi Covid-19 tahap ketiga atau booster masih rendah di Kota Depok. Hingga saat ini vaksinasi booster di kota itu, baru tercapai 27,8 persen.

Dengan munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 baru baru ini, tentu akan sangat rentan kelompok yang belum melaksanakan vaksinasi lengkap

Untuk menggesa capaian target vaksinasi booter ini, Dinas Kesehatan Kota Depok hingga kini masih membuka pelayanan vaksinasi massal tahap kedua dan tahap ketiga. Layanan ini dapat diakses masyarakat di puskesmas di setiap kecamatan sampai 2 Juli 2022.

“Mungkin kemarin kan karena menganggap kasus Covid-19 sudah mulai turun, kemudian dari pemerintah juga ada kelonggaran untuk mulai membuka masker diruang terbuka,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Mary Liziawati kepada INFOMASE, Kamis (30/6/2022).

“Sehingga masyarakat merasa sudah aman, tidak perlu vaksin, bisa jadikan seperti itu,” katanya.

Padahal capaian vaksinasi tahap kedua Depok sudah sebesar 78 persen.

Mary memastikan rendahnya tingkat vaksinasi booster di Depok bukan karena kelangkaan vaksin.

“Makanya kita terus upayakan vaksinasi booster ini,” ungkap Mary.

Dibagian lain, dengan temuan 4 kasus Covid-19 subvarian Omicron di Depok, Mary berharap minat masyarakat untuk vaksinasi lengkap kembali meningkat. Selain itu, lanjut Mary, ditengah pelonggaran PPKM Level 1, penting bagi masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat.

“Apabila mengalami gejala demam, sakit kepala, badan pegal/nyeri otot, batuk, pilek/hidung tersumbat, sakit tenggorokan/tenggorokan gatal, segeralah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat guna deteksi sejak dini”

“Karena gejala tersebut diatas juga sama dialami oleh mereka yang terpapar subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Sebagai informasi capaian vaksinasi tahap dua di Depok sebesar 78 persen.” tutup Mary. (LG)