Aktual – Tepercaya

Pemilih ke Parpol Lain, PAN dan PPP Bisa Gagal ke Parlemen

Pendiri SMRC Saiful Mujani memprediksi PAN dan PPP bisa gagal ke parlemen bila pemilihnya anjlok di Pemilu 2024
Pendiri SMRC Saiful Mujani memprediksi PAN dan PPP bisa gagal ke parlemen bila pemilihnya anjlok di Pemilu 2024

INFOMASE, Jakarta: Dua partai politik (parpol) yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diprediksi bisa gagal ke parlemen karena jumlah pemilihnya anjlok.

Prediksi itu, yang disampaikan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), setelah lembaga survei ini menyebar pertanyaan, “Kalau Pemilihan Umum sekarang, bapak atau ibu akan memilih partai yang mana?”

-->

Pertanyaan itu disampaikan ke para pemilih yang ikut Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 ketika dilakukan survei opini publik secara nasional. Tujuannya untuk melihat partai mana yang memiliki pemilih yang loyal dan tidak.

Ternyata, PAN dan PPP terancam tidak bisa ikut Pemilihan Umum atau gagal ke parlemen akibat pemilih partai yang kemungkinan ditarik oleh partai lain.

“Yang paling mengkhawatirkan tidak masuk ke Senayan pada 2024, jika tidak ada kerja ekstrakeras adalah PAN dan PPP,” kata pendiri SMRC Saiful Mujani dalam Program Bedah Politik bertajuk “Pergeseran Pemilih Partai Menjelang Pemilihan Umum 2024”.

Bedah politik yang diakses dari kanal YouTube SMRC TV, Jumat (2/9/2022), Saiful membeberkan bahwa 31,2 persen pemilih PAN di Pemilihan Umum 2019 belum  menentukan pilihan mereka pada Pemilu 2024.

Para pemilih PAN yang masih menunggu tersebut,  ujarnya, kemungkinan ditarik oleh partai baru yang didirikan oleh Amin Rais, yakni Partai Ummat.

“Begitu Pak Amin Rais tidak ada di situ, dan karena mereka loyal pada Pak Amin Rais, maka mereka akan hijrah juga,” ucap Saiful.

Karena suara PAN pada Pemilihan Umum 2019 sebesar 6,8 persen, maka jika yang kembali memilih partai ini hanya separuhnya, ada kemungkinan PAN bisa gagal ke parlemen pada pemilu mendatang.

Kondisi itu, tuturnya, tidak akan menguntungkan keduanya. Baik PAN maupun Partai Ummat bila tidak bisa menambah pemilih dari partai politik lain bisa-bisa tidak lolos parliamentary threshold 4 persen.

“PAN dan PPP  bisa gagal ke parlemen kalau mereka tidak menambah kekuatan dari partai lain,” kata Saiful.

Sementara itu PPP, kata Saiful, diprediksi kehilangan suara signifikan.  Pemilih PPP pada Pemilihan Umum  2019, setelah disurvei, sebanyak  56,7 persen mengatakan akan kembali memilih PPP. Tapi ada 22,5 persen yang sekarang menyatakan memilih Partai Demokrat, dan yang mengatakan akan memilih PDIP sebesar 8,3 persen.

“Yang mengkhawatirkan bagi PPP adalah pemilih PPP yang belum menentukan pilihan cenderung sedikit, 11 persen. Ini berbahaya. Kalau tidak ada upaya yang ekstra, mungkin partai yang akan mengikuti adalah Hanura yang gagal ke parlemen, padahal PPP pernah ada di Senayan,” kata Saiful.

Adapun perolehan suara PPP pada Pemilihan Umum 2019 sebesar 4,5 persen. Jika setengahnya berkurang, kata Saiful, maka PPP seperti halnya PAN  juga bisa gagal ke parlemen . (Win)

Reaksi anda terhadap berita ini :
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0