Sengkarut PPDB SMA/ SMK Negeri Tahunan, DPRD Depok Minta Penambahan Sekolah

Anggota DPRD Kota Depok Rezky M Noor. Foto INFOMASE: Ist
Anggota DPRD Kota Depok Rezky M Noor. Foto INFOMASE: Ist

INFOMASE, Depok: Sengkarut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/ SMK Negeri setiap tahunnya selalu terjadi di Kota Depok. Jumlah lulusan siswa SMP di Depok tidak sebanding dengan jumlah SMA/ SMK Negeri yang dimiliki Kota Depok. Keprihatinan akan hal ini membuat DPRD Kota Depok meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Depok untuk menambah jumlah SMA/ SMK Negeri di Kota Depok.

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tercatat di Kota Depok terdapat 16 SMA Negeri, 55 SMA Swasta, 127 SMK Swasta, 4 SMK Negeri.

Anggota DPRD Kota Depok Rezky M Noor menuturkan, jumlah SMA dan SMK Negeri di Depok masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah siswa yang antusias untuk masuk ke SMA dan SMK Negeri. Setiap tahun polemik PPDB masih juga membelit di kota belimbing ini.

“Setiap PPDB rebut-ribut. Semua inginnya masuk ke negeri tapi sekolahnya tidak ada. Solusinya supaya dapat sekolah ya gimana caranya walikota harus menambah jumlah sekolah negeri di Depok,” kata Rezky di Depok, Kamis (1/9).

Jumlah perbandingan sekolah negeri dan sekolah swasta dinilai Kiky, sapaan akrabnya, jumlahnya tidak sebanding. Kiki menyarankan agar jumlah SMA dan SMK Negeri di Depok ditambah.

Meski saat ini kewenangan SMAK/ SMK berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat namun Pemerintah Kota Depok bisa mendorong kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun SMA/ SMK Negeri.

“Kewenangannya sesuai aturan pusat memang menjadi kewenangan Pemprov Jabar tapi setidaknya Pemkot Depok melalui wali kota bisa mendorong agar jumlah SMA/ SMK Negeri ditambah,” tutur politisi Partai Gerindra ini.

Dia juga menilai sistem zonasi menambah pelik pelaksanaan PPDB di Depok. Betapa tidak, siswa yang nilainya cukup atau bahkan lebih dari cukup, tapi tidak bisa mendaftar ke SMA/ SMK yang jaraknya jauh dari tempat tinggalnya.

“Zonasi juga bikin ribet lho. Apalagi persebaran sekolah di Depok belum merata. Solusinya ya jumlah sekolah negerinya ditambah. Mau apalagi?” tutur Kiky.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Infomase.id, siswa SMP yang diterima di SMA Negeri tahun ajaran 2022/2023 sesuai daya tampung SMA Negeri adalah 4.600 orang. Jumlah sekolah dan rombongan belajar (Rombel) yang terbatas menyebabkan tidak semua siswa bisa diterima di sekolah negeri.

Sedangkan pada tahun 2022 jumlah siswa SMP yang lulus adalah sebanyak 35.500. Dari jumlah itu hanya 4.600 siswa yang diterima di SMA/ SMK Negeri. Sedangkan sisanya yakni sebanyak 30.900 orang tersingkir. (BH)