Vaksin Cacar Monyet Segera Hadir, Protokol Kesehatan Ditaati

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri rapat di Istana Negara membahas cacar monyet. Foto INFOMASE: Setkab
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri rapat di Istana Negara membahas cacar monyet. Foto INFOMASE: Setkab

INFOMASE, Jakarta: Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk segera menyediakan vaksin cacar monyet.

“Sudah saya perintahkan kepada Menkes yang pertama urusan vaksin segera,” ujar Presiden Jokowi dilansir dari setkab.go.id.

Selain vaksinasi, Presiden juga perintahkan jajaran terkait untuk lebih memperketat pemeriksaan di pintu-pintu masuk ke Indonesia.

“Yang kedua, untuk tempat-tempat yang interaksinya tinggi, kemudian gerbang-gerbang masuk ke negara kita betul-betul dicek secara ketat,” tutur Jokowi.

Meski demikian, Kepala Negara meminta masyarakat untuk tidak panik karena penularan cacar monyet terjadi pada saat pasien sudah bergejala dan melalui kontak fisik dengan pasien.

“Tetapi ini juga tidak perlu kita terlalu panik karena penularannya lewat kontak langsung bukan lewat droplet. Saya rasa yang paling penting adalah kesiapan-kesiapan kita mengatasi itu,” ujar Jokowi.

Terkait permintaan Presiden, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan guna mencegah penularan cacar monyet atau monkeypox. Berbeda dengan Covid-19, penularan penyakit ini terjadi melalui kontak fisik dengan penderita bukan melalui droplet.

“Harusnya kita bisa menghindari itu dengan lebih mudah. Itu dari sisi protokol kesehatannya, identifikasinya lebih mudah, cara menghindarinya juga jauh lebih mudah,” ujar Budi.

Menkes menambahkan, penularan monkeypox dapat terjadi jika penderita sudah memiliki gejala.

“Dia hanya bisa menular kalau secara fisik sudah kelihatan bintik-bintik cacarnya dan cairannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budi menyampaikan bahwa cacar monyet memiliki tingkat fatalitas yang relatif rendah.

“Cacar monyet sekarang sudah ada 39 ribu kasus di dunia, yang meninggal 12 (orang), jadi sekitar 0,03 persen, relatif masih sangat rendah,” tutur Budi.

Menkes menyampaikan, pihaknya juga tengah menyiapkan obat-obatan dan vaksinasi untuk penanganan dan pencegahan penyakit monkeypox.

“Sekarang vaksinnya sudah kami beli, sekarang sedang on the way datang. Obat-obatannya juga kita sudah terima, antivirus biasa,” pungkas Budi.

Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi adanya satu kasus positif cacar monyet pertama di Indonesia pada 20 Agustus 2022 lalu. Pasien berusia 27 tahun asal Jakarta tersebut sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. (BH)